Forum Silaturrahmi Organization Of Gold

Friday, October 28, 2011

Fadlilah Bulan Dzul Hijjah

Hari-hari ini kita telah memasuki bulan yang mulia yaitu bulan Dzul hijjah. Di mana pada bulan ini Allah Swt memberikan karunia bagi hambaNya untuk memberbanyak amal shaleh. Allah s.w.t. berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (إبراهيم7)


"Dan (ingat juga) ketika Tuhanmu memaklumkan” sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”
Telah banyak dalil tentang keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah ini, baik dari Kitab maupun Sunnah. Diantara amalan yang di anjurkan dalam hari-hari ini adalah:


a.Shalat
Disunnahkan bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat-shalat sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling utama.

b.Shoum(Puasa)

Karena dia termasuk perbuatan amal shaleh. Dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya dari sebagian istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, dia berkata: "Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam berpuasa pada tanggal sembilan Dzul Hijjah, sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan" (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i).

c.Takbir, Tahlil dan Tahmid
Dari Ibnu Umar radiallahuanhu dia berkata: Rasulullah bersabda: Tidak ada hari-hari yang lebih besar di sisi Allah Ta’ala dan tidak ada amal perbuatan yang lebih dicintai selain pada sepuluh hari itu. Maka perbanyaklah pada hari-hari tersebut Tahlil, Takbir dan Tahmid “ (Riwayat Tabrani dalam Mu’jam Al Kabir)

d.Puasa hari Arafah
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak pergi haji, sebagaimana riwayat dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa beliau berkata tentang puasa Arafah (yang artinya): "Saya berharap kepada Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (Riwayat Muslim).

e.Berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrieq
Berkurban merupakan ibadah yang di syariatkan dalam agama Islam, sebagai ibadah untuk mendekatkan diri bagi seorang hamba kepada Allah Swt. Firman Allah Swt dalam surat Al Kautsar ayat 1-3:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak(1) Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah(2) Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus" (QS:Al Kautsar[108]:1-3)
Setiap hamba akan menemui ujian pengorbanan sesuai dengan bobot dan kadar keimanannya. Kita selalu dalam saringan dan ujian Allah Swt. Babak-babak penyaringan itu akan terus dan berjalan melalui peristiwa demi peristiwa. Semua itu pada hakikatnya Allah Swt hendak menguji kualitas keimanan setiap hambaNya. Apakah termasuk kualitas keimanan sungguhan apa tidak, manakah yang lebih dominan antara iman dan rasa eman. Firman Allah Swt:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ(محمد31)
"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu"(QS: Muhammad[47]:31)


Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu secara materi. Ini seperti dijelaskan oleh Rasulullah Saw, "Barang siapa memiliki kelapangan rizki (keuangan), lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami,"(HR.Ahmad). Maka bagi kaum muslimin yang telah mampu atau kuasa menyembelih hewan kurban, hendaklah melaksanakannya tanpa ragu-ragu sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Perintah melaksanakan ibadah kurban mempunyai beberapa keutamaan, diantaranya sebagai berikut:

Pertama:Pengampunan dari Allah Swt. Rasulullah Saw telah bersabda kepada anaknya, Fatimah, ketika beliau ingin menyembelih hewan qurban.”Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Swt, Rabb alam semesta (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)


Kedua: Mengharap keridhaan dari Allah Swt. Allah Swt telah berfirman:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ (الحج37)
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya"( QS:Al Hajj[22]:37)

Ketiga: Ibadah kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha. “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

Keempat: Hewan kurban sebagai saksi di hari kiamat. “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

Kelima: Mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih, ini merupakan penggambaran saja tentang betapa besarnya pahala itu, hal ini dinyatakan oleh Rasulullah SAW. "Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Idul Adha bukanlah hari raya biasa. Untuk merayakannya tidak sekedar bertakbir, tahlil, tahmid serta bertasbih. Yang dilanjutkan dengan shalat ied dan menyembelih hewan kurban. Tapi lebih dari itu, idul adha melalui syariat kurban mengingatkan kita untuk merenung, berpijak , dari keagunanan sejarah yang melatar belakanginya tentang pengorbanan Nabiyallah Ibrahim dan putra tercinta Ismail, anak yang sangat disayangi dan menjadi buah hati selama ini ternyata harus di sembelih sebagai perintah Allah Swt.

Demikianlah, semoga kita termasuk yang dapat berkurban pada tahun ini, insya Allah dengan rezekim yang berkah dan rahmat dari Allah Swt kita dapat mengeluarkan kurban di tahun mendatang, amin

Ditulis oleh Ustadz Andre Gunawan Lc.

Monday, October 17, 2011

Seri Keajaiban Hewan dalam Al-Qur'an

EDISI: cerita pendek islami......

Gajah...
Minggu pagi, Fahri dan kedua temannya pergi ke kebun binatang. Mereka bertiga senang sekali. Sebab, bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi kebun binatang. Apalagi hari minggu seperti ini, banyak orang yang berlibur di sana.
Saaat berjalan-jalan, Fahri, Dika, dan Alvin melihat ada sebuah kandang gajah. Mereka pun lalu menghampirinya. Dilihatnya dari dekat, waaouh…..besar sekali gajahnya. Gumam mereka bertiga.
Di dalam kandang, ada dua ekor gajah. Tubuhnya, sama besarnya. “Lihat teman-teman! Dua ekor gajah ini besar sekali.” kata Fahri kepada dua orang temannya. “Iya, mereka terlihat sehat dan gemuk”. Sahut Dika sambil menyodorkan seikat rumput ke mulut gajah.
Nah, teman-teman….saat inilah kesempatan yang baik bagi tiga sahabat cilik ini untuk mengetahui seluk-beluk gajah.
Selama ini, mereka hanya tahu dan melihat gajah dari televisi. Tiga sahabat cilik ini pun, makin bertanya-tanya tentang gajah. Kenapa mereka begitu ingin tahu teman-teman? Kalau begitu, teruslah membaca…!
Gajah adalah binatang darat terbesar di muka bumi. Tubuh raksasa mereka berukuran hampir sebesar rumah bertingkat satu. Seekor gajah bisa mencapai usia 70 tahun. Panjang telinganya saja bisa mencapai 2 meter, dan lebarnya 1,5 meter.
“Hai gajah, namaku Fahri. Ini kedua temanku, Dika dan Alvin. Tubuhmu besar sekali. Pasti kamu hewan yang kuat.” Sapa Fahri.
“Kau benar Fahri. Kami termasuk hewan yang diciptakan dengan tubuh yang besar.” Kata sang hewan raksasa.
“Berapa banyak makanan yang kau habiskan dalam sehari?” Tanya Dika ingin tahu.
“Biasanya, kami menghabiskan 330 kg makanan per hari. Luar biasa banyak bukan? Jika kami haus, kami harus mencari sumber air tiap hari. Dan, kami bisa berjalan sejauh 50 km tanpa air sama sekali.” Jelas gajah.
“Kuat sekali kau gajah?”timpal Alvin.
“Kami memang diciptakan seperti ini supaya bisa bertahan dalam berbagai kondisi.”
“Hai gajah, kau mempunyai belalai panjang. Apa sih kegunaan belalaimu itu?” Tanya Alvin ingin tahu.
Sang gajah lalu menjelaskan,
“Belalai sangat penting bagi kami. Belalai ini tersusun dari puluhan ribu otot. Otot ini menyerupai lingkaran yang saling bertumpuk satu sama lain sehingga kami pun bisa bergerak dengan leluasa.”
Dika lalu bertanya pada gajah. “Bagaimana bisa kau mengangkat benda-benda berat gajah? Padahal belalaimu terlihat ringan?”
“Belalai kami tersusun atas dua kelompok utama. Otot yang satu memungkinkan belalai kami untuk membengkok dan berputar ke arah mana pun. Sehingga kami bisa dengan mudah mengangkat benda-benda besar. Sedangkan kelompok otot lain, membuat kami bisa melakukan pekerjaan paling rumit sekalipun.”
Teman-teman…belalai bukan hanya sekadar hidung gajah. Belalai juga biasa digunakan gajah untuk menyemprotkan air ke sekujur tubuhnya. Atau menyemprotkan debu pada badannya untuk mandi debu. Hmm…sungguh sebuah penciptaan yang sempurna dari Allah SWT.
Fahri juga bertanya lagi pada gajah. “Tubuhmu sangat besar, tapi bagaimana kakimu bisa menahan berat badan yang sangat berat?”
“Meski kami berbadan besar, tapi kami bisa berjalan dengan ringan dan nyaman. Pada kaki kami, ada semacam bantalan tebal berupa jaringan kenyal. Jaringan tersebut bisa menyerap guncangan berat badan kami. Karena bantalan inilah, kami mampu berjalan menempuh jarak yang jauh. Sekalipun tubuh kami amat berat.”
*
Teman-teman…kita pun menjadi tahu kalau gajah memang diciptakan secara sempurna oleh Sang Mahaagung lagi Maha Mengetahui. Dialah Allah, pencipta segala sesuatu.
Menurut para ilmuwan, saat cuaca baik, gajah bisa mendengar panggilan sejauh 10 km. Gajah merupakan binatang yang menyebar di wilayah yang luas. Karena itu, penting bagi mereka untuk membangun komunikasi yang kuat.
Apa rahasianya gajah bisa berkomunikasi dengan kawan-kawannya dalam jarak yang jauh? Teman-teman…Allah SWT telah menciptakan suatu organ di bawah keningnya yang bisa menghasilkan suara parau. Berkat organ ini, gajah bisa bercakap-cakap dengan sesamanya dalam bahasa kode rahasia yang hanya dimengerti oleh mereka. Subhanallah..! Suara-suara parau tersebut bisa terdengar oleh kelompok gajah lain, walaupun berada di wilayah yang sangat jauh sekalipun.


Allah SWT telah berfirman:
“Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang meyakini.” (QS Al-Jatsiyah: 4)

By: Junaedi Ahmad

daftar isi